Minggu, 20 Desember 2020

IBUKU PANUTANKU


Assalamualaikum Wr. Wb.

Tuhan menciptakan 2 orang insan yang sangat berharga dan patut aku banggakan, sayangi dan hormati mereka adalah ayah dan ibu ku. Aku sangat mengagumi mereka berdua, disini aku akan menceritakan biografi singkat dari seorang ibuku. Ibu ku bernama Liza Yuyun Ningrum beliau lahir di Tayan Hilir pada tanggal 29 Juli 1986 beliau dibesarkan pada 2 tempat dimana pada awalnya ibuku tinggal di Erna dan pada usia 7 tahun nenek dan kakek ku pindah ke Tayan sehingga ibuku tinggal disana hingga ia bertemu dengan ayah ku yang bernama Mustafa dan sampailah menikah.

Ibuku ini bukan lah seorang wanita yang berpendidikan tinggi bahkan pada sekolah dasar pun ia tak hingga selesai karena kendala biaya, karena pada zaman dulu perekonomian sangat susah. Tetapi meskipun demikian ibuku tetaplah menjadi wanita yang bijak cerdas serta memiliki kelebihan yang sangat baik dimataku dan seluruh keluargaku yang lain. Ibu adalah sosok bidadari terhebat yang kutemui ia yang bersikap tangguh, penyayang, penyabar dan pantang menyerah, dan tiada kasih sayang yang pernah putus dari sosok seorang ibu untukku anaknya ini.

Ibu ku adalah wanita tercantik yang pernah aku temui ia mempunyai kulit putih, wajah oval serta mempunyai mata yang sipit, sepengetahuan ku nenek dari ibuku ini adalah orang keturunan cina sehingga ciri khasnya pun turun hingga ke ibuku yang seperti orang cina ini dengan warna kulit yang putih dan lingkaran mata yang sipit itu  sehingga menampakkan ke ayuannya dan menggambarkan ke lemah lembutannya. Dari beberapa saudara ibuku ini menurutku ibuku lah yang sangat mirip dengan kekhasan yang dimiliki oleh orang cina karena hampir rata dari saudara ibuku ini mempunya kulit sawo matang walaupun dengan bentuk lingkaran mata yang sipit. Dapat disebut bahwa ibuku lah yang mempunyai kemiripan yang hampir sama dengan almarhumah neneknya dulu yang menurut bahasa kami aku memanggilnya sebagai moyang.

Ibuku bukan lah seorang yang berpendidikan tinggi ia adalah seorang ibu rumah tangga atau yang dikenal dengan sebutan IRT tetapi selain seorang ibu rumah tangga ibu ku ini juga seorang pengusaha catering kue, inilah yang membuatku kagum kepada ibuku ia adalah sosok wanita pekerja keras dan pantang menyerah meskipun kepenuhan kami sekeluarga telah dipenuhi oleh ayah tetapi ibu ku selalu berpesan kepada ku bahwa “ kita seorang wanita juga harus melakukan pekerjaan sehingga kita dapat membantu anggota keluarga kita meskipun sebetulnya kepenuhan kita sudah terpenuhi, terlebih lagi ketika kita mempunyai usaha sendiri kita juga dapat membantu membuka peluang kerja untuk orang lain” itulah kata kata ibu yang selalu ku ingat dan ku jadikan prinsip dihidupku agar aku harus bisa menjadi sosok pribadi seperti ibu.

Dulu sebelum kami hidup berkecukupan seperti sekarang ibuku bekerja sebagai penjual sayur keliling meskipun pada saat itu ayah juga bekerja namun perekonomian dulu sangat berkendala, waktu dulu ibu berjualan sayur saat kami masih tinggal disalah satu kampung yang dimana nama kampung itu adalah padu, pada subuh hari ibu selalu turun kepasar untuk membelikan bahan bahan untuk ia berjualan keliling terkadang aku juga menemaninya pada masa itu aku masih berusia kurang lebih 4 atau 5 tahun aku menemani ibu dengan tingkahku yang masih seperti anak kecil pada umumnya yang terkadang rewel dan cengeng pada masa itu aku menduduki bangku taman kanak-kanak. Dari masa itu aku banyak mengambil pelajaran yang dilihat dari ibuku, walaupun ia wanita tetapi semangatnya tidak kalah dengan sosok seorang ayahku.

Ibuku ini adalah sosok wanita yang selalu ingin melakukan suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya itu ku ketahui dari nenek ku, karena nenek memberitahuku bahwa “ ibuku seperti itu karena sejak kecil ia selalu menemani nenek ku berdagang sehingga semangat dan niat serta ketekunannya ia bawa hingga ia dewasa bahkan sampai ia menikah dan setelah mempunyai aku dan adikku.” Maka dari itu ketika aku melihat ibu seperti itu rasanya aku menobatkan ibu sebagai tauladan dalam hidupku.

Dari sifat ibu ini pula aku diajarkan oleh ayah agar mengikuti jejaknya, meskipun sekarang hidup kami sudah lebih dari cukup dan terpenuhi tetapi ayah dan ibu selalu mengingatkan ku agar tak berhenti menjadi orang yang dapat meringankan beban untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. Ibu dan ayah selalu mengajariku untuk melakukan hal hal yang berdampak baik dalam. Jangka panjang untuk ku, terutama ibu selain ia yang hobi berdagang ia juga hobi dalam membuat kue hingga ketika aku berusia 12 tahun ibu sudah mengajariku bagaimana cara agar bisa membuat kue dimulai dari kue kue yang mudah dulu.

Dalam hal ini pula aku juga didukung oleh ayah ku agar ketika aku dewasa nanti aku tidak terkejut dengan dunia yang nyatanya keras dalam proses ekonomi seperti padanya sekarang ini. Ibuku selalu mendidik aku dan adikku dengan caranya yang lemah lembut yang memberikan kesan tersendiri bagi aku dan adikku, selama ini ibuku termasuk orang yang bersabar menjaga dan mendidik kami, beliau selalu mengajarkan kami agar selalu bersikap baik dan ramah kepada orang lain karena bagi beliau itu adalah kunci untuk kita dapat hidup dengan keadaan rukun dan damai.

Aku sangat bersyukur karena dianugrahi kedua orang tua yang sangat sayang kepadaku dan adik ku terlebih lagi ibuku karena dalam hal apa pun ibuku selalu menjadi partner terbaikku dan menjadi pendengar yang baik ketika aku menghadapi masalah apa pun itu.

Ibu lah yang menjadi alasan ku hingga sekarang untuk semakin kuat menimba ilmu hingga aku tiba dibangku kuliah. Ibu selalu berpesan “ dulu ibu tidak dapat melanjutkan sekolah dikarenakan kendala biaya karena itu ibu selalu berupaya sepenuh kemampuan ibu dan ayah untuk menyekolahi anak anak ibu terutama kakak sebagai seorang figur contoh bagi adik, dibalik pencapaian kakak sekarang ibu selalu berdo’a  semoga kakak tetap menjadi orang yang baik hati, lemah lembut dan tidak sombong kepada siapa pun” itulah yang menjadi penguatku ketika aku lemah dalam perkuliahan dan ketika aku lemah dalam mengerjakan tugas. Sungguh ketika aku merasa lemah aku teringat akan 2 sosok manusia yang paling ku sayangi dan ku hormati serta patut ku buat bangga mereka adalah ayah dan ibuku.

Pada saat sekarang ibuku bukanlah seorang wanita yang muda lagi tetapi dengan umurnya yang semakin hari semakin tua ia tetap menunjukkan sikap semangat dan pantang menyerahnya dalam melakukan segala hal dalam kehidupan ini. Terimakasih Ibu dan Ayah 

Sekian biografi tentang ibu ini saya buat kurang lebihnya saya mohon maaf.

Assalamualaikum Wr. Wb

UAS MEDIA PEMBELAJARAN PAI

IDENTITAS MAHASISWA NAMA : NOVA FITRIANI NIM : 12001155 KELAS : 4D PRODI : PEN...