Assalamualaikum Wr. Wb.
Tuhan menciptakan 2 orang insan yang sangat berharga dan patut
aku banggakan, sayangi dan hormati mereka adalah ayah dan ibu ku. Aku sangat
mengagumi mereka berdua, disini aku akan menceritakan biografi singkat dari
seorang ibuku. Ibu ku bernama Liza Yuyun Ningrum beliau lahir di Tayan Hilir
pada tanggal 29 Juli 1986 beliau dibesarkan pada 2 tempat dimana pada awalnya
ibuku tinggal di Erna dan pada usia 7 tahun nenek dan kakek ku pindah ke Tayan
sehingga ibuku tinggal disana hingga ia bertemu dengan ayah ku yang bernama
Mustafa dan sampailah menikah.
Ibuku ini bukan lah seorang wanita yang berpendidikan tinggi
bahkan pada sekolah dasar pun ia tak hingga selesai karena kendala biaya,
karena pada zaman dulu perekonomian sangat susah. Tetapi meskipun demikian
ibuku tetaplah menjadi wanita yang bijak cerdas serta memiliki kelebihan yang
sangat baik dimataku dan seluruh keluargaku yang lain. Ibu adalah sosok bidadari
terhebat yang kutemui ia yang bersikap tangguh, penyayang, penyabar dan pantang
menyerah, dan tiada kasih sayang yang pernah putus dari sosok seorang ibu untukku
anaknya ini.
Ibu ku adalah wanita tercantik yang pernah aku temui ia mempunyai kulit putih, wajah oval serta mempunyai mata yang sipit, sepengetahuan ku nenek dari ibuku ini adalah orang keturunan cina sehingga ciri khasnya pun turun hingga ke ibuku yang seperti orang cina ini dengan warna kulit yang putih dan lingkaran mata yang sipit itu sehingga menampakkan ke ayuannya dan menggambarkan ke lemah lembutannya. Dari beberapa saudara ibuku ini menurutku ibuku lah yang sangat mirip dengan kekhasan yang dimiliki oleh orang cina karena hampir rata dari saudara ibuku ini mempunya kulit sawo matang walaupun dengan bentuk lingkaran mata yang sipit. Dapat disebut bahwa ibuku lah yang mempunyai kemiripan yang hampir sama dengan almarhumah neneknya dulu yang menurut bahasa kami aku memanggilnya sebagai moyang.
Ibuku bukan lah seorang yang berpendidikan tinggi ia adalah
seorang ibu rumah tangga atau yang dikenal dengan sebutan IRT tetapi selain
seorang ibu rumah tangga ibu ku ini juga seorang pengusaha catering kue, inilah
yang membuatku kagum kepada ibuku ia adalah sosok wanita pekerja keras dan
pantang menyerah meskipun kepenuhan kami sekeluarga telah dipenuhi oleh ayah
tetapi ibu ku selalu berpesan kepada ku bahwa “ kita seorang wanita juga harus
melakukan pekerjaan sehingga kita dapat membantu anggota keluarga kita meskipun
sebetulnya kepenuhan kita sudah terpenuhi, terlebih lagi ketika kita mempunyai
usaha sendiri kita juga dapat membantu membuka peluang kerja untuk orang lain”
itulah kata kata ibu yang selalu ku ingat dan ku jadikan prinsip dihidupku agar
aku harus bisa menjadi sosok pribadi seperti ibu.
Dulu sebelum kami hidup berkecukupan seperti sekarang ibuku
bekerja sebagai penjual sayur keliling meskipun pada saat itu ayah juga bekerja
namun perekonomian dulu sangat berkendala, waktu dulu ibu berjualan sayur saat
kami masih tinggal disalah satu kampung yang dimana nama kampung itu adalah
padu, pada subuh hari ibu selalu turun kepasar untuk membelikan bahan bahan
untuk ia berjualan keliling terkadang aku juga menemaninya pada masa itu aku
masih berusia kurang lebih 4 atau 5 tahun aku menemani ibu dengan tingkahku
yang masih seperti anak kecil pada umumnya yang terkadang rewel dan cengeng
pada masa itu aku menduduki bangku taman kanak-kanak. Dari masa itu aku banyak
mengambil pelajaran yang dilihat dari ibuku, walaupun ia wanita tetapi
semangatnya tidak kalah dengan sosok seorang ayahku.
Ibuku ini adalah sosok wanita yang selalu ingin melakukan suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya itu ku ketahui dari nenek ku, karena nenek memberitahuku bahwa “ ibuku seperti itu karena sejak kecil ia selalu menemani nenek ku berdagang sehingga semangat dan niat serta ketekunannya ia bawa hingga ia dewasa bahkan sampai ia menikah dan setelah mempunyai aku dan adikku.” Maka dari itu ketika aku melihat ibu seperti itu rasanya aku menobatkan ibu sebagai tauladan dalam hidupku.
Dari sifat ibu ini pula aku diajarkan oleh ayah agar
mengikuti jejaknya, meskipun sekarang hidup kami sudah lebih dari cukup dan
terpenuhi tetapi ayah dan ibu selalu mengingatkan ku agar tak berhenti menjadi
orang yang dapat meringankan beban untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Ibu dan ayah selalu mengajariku untuk melakukan hal hal yang berdampak baik dalam.
Jangka panjang untuk ku, terutama ibu selain ia yang hobi berdagang ia juga
hobi dalam membuat kue hingga ketika aku berusia 12 tahun ibu sudah mengajariku
bagaimana cara agar bisa membuat kue dimulai dari kue kue yang mudah dulu.
Dalam hal ini pula aku juga didukung oleh ayah ku agar
ketika aku dewasa nanti aku tidak terkejut dengan dunia yang nyatanya keras
dalam proses ekonomi seperti padanya sekarang ini. Ibuku selalu mendidik aku
dan adikku dengan caranya yang lemah lembut yang memberikan kesan tersendiri
bagi aku dan adikku, selama ini ibuku termasuk orang yang bersabar menjaga dan
mendidik kami, beliau selalu mengajarkan kami agar selalu bersikap baik dan
ramah kepada orang lain karena bagi beliau itu adalah kunci untuk kita dapat
hidup dengan keadaan rukun dan damai.
Aku sangat bersyukur karena dianugrahi kedua orang tua yang
sangat sayang kepadaku dan adik ku terlebih lagi ibuku karena dalam hal apa pun
ibuku selalu menjadi partner terbaikku dan menjadi pendengar yang baik ketika
aku menghadapi masalah apa pun itu.
Ibu lah yang menjadi alasan ku hingga sekarang untuk semakin
kuat menimba ilmu hingga aku tiba dibangku kuliah. Ibu selalu berpesan “ dulu
ibu tidak dapat melanjutkan sekolah dikarenakan kendala biaya karena itu ibu
selalu berupaya sepenuh kemampuan ibu dan ayah untuk menyekolahi anak anak ibu
terutama kakak sebagai seorang figur contoh bagi adik, dibalik pencapaian kakak
sekarang ibu selalu berdo’a semoga kakak
tetap menjadi orang yang baik hati, lemah lembut dan tidak sombong kepada siapa
pun” itulah yang menjadi penguatku ketika aku lemah dalam perkuliahan dan
ketika aku lemah dalam mengerjakan tugas. Sungguh ketika aku merasa lemah aku
teringat akan 2 sosok manusia yang paling ku sayangi dan ku hormati serta patut
ku buat bangga mereka adalah ayah dan ibuku.
Pada saat sekarang ibuku bukanlah seorang wanita yang muda lagi tetapi dengan umurnya yang semakin hari semakin tua ia tetap menunjukkan sikap semangat dan pantang menyerahnya dalam melakukan segala hal dalam kehidupan ini. Terimakasih Ibu dan Ayah
Sekian biografi tentang ibu ini saya buat kurang lebihnya
saya mohon maaf.
Assalamualaikum Wr. Wb